" Kami Tantang Kalian Untuk Selalu Berkarya...!!"
______________________________________________

Selasa, 10 Juni 2014 JU2 (Jupri Juleha)

Adegan  1:

Juleha    : Cinta ini ingin ku biarkan mengalir menembus cahaya yang bisa menusuk disetiap dentingan lonceng yang telah mengubur telinga semua orang dengan igauan dalam mimpi dialam nyatanya. Aku ingin merobek kitab-kitab suci yang sudah tidak lagi menjadi pedoman ketika suatu keadaan tidak lagi membutuhkannya. Yang salah selalu dianggap salah. Tapi bisa menjadi benar saat itu dibutuhkan menjadi benar. Lalu kenapa hakekat kita tidak pernah menjadi benar karena kebenaran kita tidak bisa disamakan dengan kebenaran mereka.
Jupri        : Tegakkan kepalamu wahai permata yang telah menjadi setitik cahaya dalam gelapnya hidupku.
Juleha    : Sering aku mengharap sebuah belas kasihan kepada dewa atau malaikat agar aku bisa mendapat kebahagiaan yang lain. Seolah aku penguasa mereka yang memerintah agar semua permintaanku bisa dilaksanakan. Apa daya aku ternyata hanya umat terkecil yang hanya bisa menerima semua yang telah ditentukan untukku. Termasuk kebahagiaan sempurna saat aku bisa bersama denganmu.
Jupri       : Bukan aku saja surga yang bisa kau rasakan, tujuan hidup yang sebenarnya harus tetap kamu cari surga yang mampu memberikan keindahan dan kenikmatan hidup yang hakiki.
Juleha    : Ini hanya surge dunia. surga akan tidak lagi menjadi pedoman seseorang bila surga itu tak lagi menawarkan kebahagiaan. Dan kebahagiaanku hanyalah untukmu dan denganmu.
Jupri       : Kenapa setiap orang berhak mencari surganya masing-masing. Lalu apa yang harus terjadi kalau surga kita akan menjadi neraka bagi mereka.
Juleha    : Aku hanya tau caranya mencintaimu. Dan aku hanya ingin merasakan cintamu padaku. Langit boleh mendung, lautan bisa pasang surut, gunung akan meletus. Tapi semua itu takkan menggoyah cinta ini untuk selamanya.
Jupri       : Apa kau akan terus merasakan bahagia dengan cintaku.
Juleha    : Apa kau terus mencintaiku.
Jupri       : Kalau merpati bisa setia sampai mati kenapa raga dengan jiwa bernurani ini tidak. Langit dan bumi yang terpisah jarak sebegitu jauh saja masih bisa bercinta dengan pesan-pesan yang disampaikan oleh angin. Melalui kesegaran air yang menguap dari lautan. Bumi menitipkan uap air itu untuk disampaikan kepada sang langit. Langitpun mewujudkan cintanya dengan menjatuhkan air itu sebagai air mata kebahagian yang menetes membasahi dahaga dunia dan memberikan kebahagiaan kepada semua penghuninya.
Juleha    : Aku juga ingin cinta kita bisa memberi kebahagiaan bagi orang lain.

Adegan 2:

Kamto   : Hoooeeeeeeeee….. ada berita heboh didesa kita. Berita yang sangat menggemparkan.
Murdin  : Jurus lengan seribu memecah bata.
Kamto   : Artinya?
Murdin  : Ada pasangan baru didesa kita……..
Habib     : Ya, benar. Dan…. Pasangan itu, adalaaahhhh…… anak juragan dengan anak tuan maling……
Kamto   : Ini memang berita yang hangat dan heboh.
Murdin  : Berita yang actual dan factual. Harus kita kupas setajam silet…..
Habib     : Bagaiman mungkin, anak seorang juragan kaya raya. Bisa jatuh cinta kepada anak almarhum mantan maling. Kere lagi.
Kamto   : Mungkin, si Jupri itu sudah mewarisi bakat ayahnya sebagai seorang maling. Makanya dia berhasil mencuri hati anak pak juragan.
Habib     : Bukan, lebih tepatnya jupri tidak mencuri hati anak juragan. Tapi telah menyebarkan tipu muslihatnya agar itu anak juragan bias jatuh hati padanya.
Murdin  : Caranya?
Habib     : Gampang, mbel sembelegembel, busguntubusmblubus, prat ketapratnyiprat. Ajiku aji jaran goyang.
Kamto   : Ya…. Aji-aji jaran goyang. Jarane goyang ngebor, goyang ngecor, goyang kayang, yang ter up date! goyang karawang. Khikhihihihihih…….
Murdin  : Heh…. Malah nakut-nakutin kamu….
Habib     : Kenapa harus takut, Juleha saja tidak takut.padahal dia seharusnya sadar kalau Jupri itu tidak pantas untuk dia.
Kamto   : Ini memang aneh tapi nyata. Apakah cerita ini bisa menjadi seperti di sinetron-sinetron yang bisa berakhir dengan romantic dan manis.
Murdin  : Apa mungkin cinta mereka akan bersatu untuk selamanya.

Dalang   : Hoee… apa yang kalian ucapkan tadi. Itu tidak mungkin.
Habib     : Maap tuan juragan, maap, bukannya kami ingin menyebarkan isu-isu kosong yang mengadu domba. Tapi ini berdasarkan bukti dan fakta yang ada d TKP.
Dalang   : Kamu jangan bohong, ini tidak boleh terjadi. Aku ini orang kaya dan terhormat. Putriku juga harus menikah dengan orang kaya dan terhormat.
Murdin  : Kami tidak bohong juragan.
Dalang   : Jangan macam-macam dengan saya kalian.
Kamto   : Ini benar tuan.
Dalang   : Kurang ajar kalian….. awas kalian.
Koor ber3        : Maaf tuan….
Dalang   : Tenang… tanang…. Itu kalau tuan juragan yang bilang begitu, ( sambil membuka kumisnya ) lha inikan aku. Bambang…….
Koor ber3        : wwoooo bambang edan,( mengolok-olok bambang lalu pergi meninggalkannya.

Dalang   : ( menyapa penonton ) ini adalah kisah sahabatku jupri yang jatuh cinta pada anak juraganku bernama juleha. Kisah mereka ini sudah dimulai sejak masa kanak-kanak. Dimana saat-saat kita masih suka bermain dulu. Waktu itu kami sering main bareng. Tapi si jupri dan juleha lebih seneng main berduaan saja, sehingga akhirnya mereka jatuh cinta karena seringnya bersama.

Adegan  3:

Permainan anak2 yang dilakukan oleh dalang Bambang, Kamto, Habib, Murdin serta Jupri dan Juleha.dimana Jupri dan Juleha tidak suka mengikuti permainan anak-anak yang lain sehingga mereka berdua suka bermain sendiri meninggalkan yang lainnya.

Adegan  4:

Ibu         : Jupri…. Pulang kamu jupri…. Ini sudah sore….
Jupri       : Iya bu…. Aku dating…
Ibu         : Kamu ini jupri, tidak pernah bias dibilangin ya. Kamu itu jangan lagi berhubungan dengan anak juragan itu. Kamu sadar le… kamu itu siapa…
Jupri       : Kenapa hal ini selalu dipermasalahkan bu. Kenapa? Apa kerena aku ini anak maleng…
Ibu         : Bukan itu saja, kamu itu orang kecil, juleha itu anak juragan kaya dan terhormat le…
Jupri       : Kenapa juga aku harus dilahirkan sebagai anak maleng.
Ibu         : Jangan pernah ikut menghina bapakmu le. Bapakmu tetap meninggal dengan keadaan suci dan terhormat.
Jupri       : Lalu kenapa orang-orang mengatakan bapak sebagi maling bu.
Ibu         : Bapakmu bukan maleng le, bapakmu itu Cuma koruptor….
Jupri       : Sama saja bu….
Ibu         : Tapi itu Cuma fitnah le…
Jupri       : Kenapa bapak harus difitnah sampai kena amuk massa saat itu.
Ibu         : Bapakmu difitnah karena bapakmu terlalu jujur, dia tidak suka membagi proyeknya kepada pejabat desa karena dia ingin menggunakan dana proyek itu secara benar dan tidak dipersalah gunakan oleh beberapa orang yang punya niatan busuk mencurangi setiap proyek desa yang ada. Makanya bapakmu selalu dimusuhi sama orang-orang yang kurang menerima jatah dari hasil menggarap proyek untuk desa ini.
Jupri       : Kenapa bapak dipersalahkan oleh orang-orang itu kalau tindakan bapak sesungguhnya memang benar.
Ibu         : Kalau kebenaran didunia ini selalu dibenarkan. Kasihan malaikat isrofil. Dia akan semakin lama menganggur karena dia belum juga menemukan tanda-tanda untuk meniup terompetnya.
Jupri       : Karena itulah bu, aku akan selalu menjaga kebenaran yang ada dalam hatiku ini.
Ibu         : Kebenaran apa le, kebenaran kalau dirimu ini hanyalah orang miskin, anak mantan lurah yang dipersalahkan atas title korupnya. Sedangkan juleha itu anak orang kaya yang belum pernah hidup susah le, apa kamu yakin bias membahagiakan dia untuk selamanya. Orang tidak bias kenyang dengan makan cinta. Orang tak akan terus cantik karena rasa saying. Kamu harus tau itu le.
Jupri       : Kukup bu. Baiklah, aku akan buktikan kalau aku bisa menjadi orang yang bias membahagiakan Juleha untuk selamanya.

Adegan  5:

 Juleha   : Mas…. Aku memang bukan HAWA yang diciptakan untuk menemani dan menjadi pendamping ADAM. Aku juga bukan LAILA yang rela menghabiskan air matanya seumur hidup untuk menangisi QAIS. Aku hanya wanita yang masih menginginkan cinta suci yang bersatu atas restu dan kebahagian orang-orang yang menjadi bagian hidupku. Aku ingin kesetiaan cinta ini juga diiringi pembuktian bahwa kita memang pantas untuk menjadi sejoli yang serasi dan romantic seumur hidup mas……..

Adegan  6:

( Dengan kobaran api yang membara, jupri menguatkan tekatnya untuk pergi ke negeri seberang. Negeri yang menjanjikan emas dan permata sebagai ukuran kehormatan seseorang dikampungnya.)
Tiga orang pemain mengelilingi jupri dan melakukan atraksi api dengan mengatakan.
“ teruskan perjuanganmu”
“ kamu pasti bisa”
“buktikan semua pada mereka”
“jangan pernah menyerah”
“temukan jalanmu sekarang juga”
Jupri       : Bu, Juleha, tekadku sudah bulat untuk melakukan ini. Tunggu kehadiranku sebagai orang yang benar-benar pantas untuk menjadi lelaki pendampingmu Juleha.

Adegan  7:

(  Jupri menuju arah ibunya untuk berpamitan )

Jupri       : Ijinkan aku bu…
Ibu         : Apa kamu sudah menata tekatmu yang sesungguhnya le.
Jupri       : Aku sudah yakin dengan semua yang aku jalani ini bu.
Ibu         : Ibumu ini sudah tak bias menghalangimu lagi. Sudah waktunya kamu memilih jalan hidup yang akan kau tempuh. Ibu tidak bias memberimu bekal apa-apa kecuali tiga benda peninggalan leluhurmu ini. ( memberikan pedang kepada jupri ) bawalah pedang ini untuk menjaga dirimu. Tapi ingat pesan ibumu ini. Kau hanya boleh menggunakan padang ini untuk melukai orang, bila kau sudah tak bernyawa lagi. ( lalu memberikan celana dalam ) ini barang kedua. Pakailah ini untuk kenyamananmu. Tapi Jangan pernah kau melepas barang ini didepan wanita manapun yang belum halal bagi mu. ( kemudian memberikan kalung ) ini yang terakhir. Pergunakan ini untuk kesejahteraanmu. Tapi jangan kau jual sebelum kau punya keikhlasan untuk memberikan 75% hasil penjualannya kepada orang yang lebih membutuhkan.
Jupri       : Terima kasih ibu. Aku akan selalu berusaha untuk yang terbaik.

Adegan  8:
( Warga yang selalu meng-up date kisah cinta ini kembali bergunjing tentang jupri )
Kamto   : Jupri minggat….. jupri minggat….
Murdin  : Nggak minggat… nggak minggat….
Habib     : Kok nggak minggat.? Kenapa?
Murdin  : Jupri nggak jadi minggat, tapi kabur…. Jupri kabur…….
Kamto   : Kok tega ya jupri meninggalkan juleha yang secantik itu. Eman’e rek……
Habib     : Dasar jupri edan.
Murdin  : Ternyata semudah itu jupri menyerah ya….
Habib     : Heh..heh…. kalian tau gak, kalau juleha itu katanya sudah dihamili sama jupri.
Kamto   : Iya, itu sudah menjadi rahasia umum didesa ini.
Murdin  : Kelakuan anak jaman sekarang, kalau cintanya tak mau dipaksa lepas. Akhirnya kondomlah yang mereka lepas.

Dalang   : Apa yang kalian katakan. Jangan ngomong sembarangan kalian.
Koor ber3        : Ma..ma…maap tuan juragan. Tapi, Cuma ngomong masalah jupri yang kabur tuan.
Dalang   : Dari pada kalian ngomongin jupri yang kabur, lebih baik kalian saja yang kabur… pergi sana…..
( Mereka bertiga pun pergi meninggalkan dalang )
Dalang   : Jupri edan, jupri kurang ajar. Apa yang harus ku lakukan sekarang ini. Kok bisa Juleha harus mengandung anak dari Jupri si kere mbel gedes ini. Apa yang harus saya pilih sekarang. Dosa atau kehormatankah yang aku pilih. Tidak-tidak… aku harus bijaksana. Aku tidak bisa memilih salah satunya, tapi harus adil. Aku harus menikahkan Juleha sekarang juga.meski dengan pemuda bodoh yang penting kaya. Jadi dosaku terkurangi karena aku tidak jadi menggugurkan kandungan anakku. Kehormatanku juga tetap terjaga karena Juleha tidak menikah dengan orang kere dari keluarga mantan maling yang telah jadi musuhku waktu itu.
( Sambil tersenyum sinis dalang mencopot kumisnya pelan-pelan )
Dalang   : hehehehehe….. Itu kalau tuan juragan yang ngomong. Inikan aku lagi, Bambang…. Semua orang memang pada menggunjing dan mengolok-olok tentang kepergian jupri untuk menempuh jalan sukses hidupnya. Mereka semua pada menyalahkan dan menganggap Jupri sebagai orang hina. Tapi apa yang terjadi setelah kepergian Jupri selama lima tahun dinegeri seberang tersebut. Kabar apa yang diberikan Jupri kepada ibu, Juleha, serta warga disekitarnya.

Adegan  9:

( Kamto, Habib, Murdin datang membawa sebuah kardus kiriman dari Jupri untuk Ibunya. )

Koor ber3        : pos..pos… tuuuut tuuuuutttt…. Kiriman dating….
Habib     : wih, keren ya si jupri sekarang. Tiap bulan dia selalu mengirimkan barang-mewah kerumah ini. Kemaren pas baru dua tahun saja dia merantau dia sudah mengirim audy sport + sopir buat ibunya. Padahal dia belum buat garasi.
Murdin  : itu belum seberapa, lha pas itu ibunya dikirim hape tul skrin. Padahal aku ja yang anak gaul gini hapenya masih hape bata yang bias buat ngganjel lemari.
Kamto   : kalau hapemu itu juga bias buat ngulek sambel sampek lumbut sak cobeknya ndol.
Murdin  : tapi yo bias buat ngantem ndasmu sampek benjol.
Kamto   : jangan marah boy. Hape itu memang sekarang sudah menjadi aksesoris yang menunjukkan drajat ekonominya.
Murdin  : yo gak, lek ngadiran ja tukang becak yo punya PIN BBM’an kok. Trus mbok nem juga sudah bias facebook lewat hape, malah dah bias download fotonya yuni sara terus dijadikan foto profilnya.
( kamto kelihatan memikirkan sesuatu )
Habib     : kalu Cuma itu nggak usah dibahaslah. Yang jelas itu jupri sekarang sudah sukses, dia sudah bias membahagiakan ibunya. Dia sudah berbeda dengan yang dulu lagi. Malah kita ini yang sampai sekarang tetep gini-gini aja.
Murdin  : ( sambil memperhatikan kamto ) kamu mikirin apa ? mikir kalau kamu sekarang menyesal dulu sudah menghina dan merendahkan jupri.
Kamto   : bukan,
Habib     : lha trus mikir apa kamu?
Kamto   : ngomong-ngomong, facebooknya mbah nem nama akunnya apa ya…????
Murdin  : wacchhh…. Jangan-jangan kamu sudah nggodain facebook cewek yang pake foto profilnya yuni sara ya…… hayo…
Kamto   : ( dengan rasa malu ) gak… gak gitu kok… Cuma pengen tau saja….
Murdin  : ciye ile…. Pacaran sama mbah nem ni ye….
Kamto   : hust…hust.. cangkemu….
Habibi    : sudah-sudah, jangan memperebutkan mbah nem. Yang penting sekarang ayo ndang dikasikan ini kirimannya jupri buat ibunya. Biar kita juga bias tahu ini barang didalamnya apa.

Adegan 10:

( dialog antara ibu dan juleha ditempat berbeda. Sang ibu duduk sambil “napeni” beras. Dan juleha terlihat memandikan balita sebagai sosok anaknya. Mereka merasakan kegelisahan dan penyakitan yang selama ini mereka alami semenjak ditinggal oleh jupri. )

Ibu         : bebatuan berharga dari berbagai gunung kau berikan sebagai ranjang yang menurutmu bias menjadi penyenyak tidurku. Sekumpulan awan hitam kau minta untuk ku timang agar aku bias bahagia. Bumbu-bumbu yang kau bilang racikan surge ini hanya berasa garam berkarung-karung yang setiap hari aku kunyah.
Juleha    : apa lagi yang masih kau tunggu mas…. Apa kau masih berduka dengan kabar yang mengatakan bahwa aku harus bersanding dengan lelaki lain. Ini semua ku lakukan untuk menjaga kehidupan anak lelakimu ini agar tetap hidup dan terlahir menjadi saksi cinta kita yang abadi mas.
Ibu         : kau boleh bangga sebagai lelaki yang telah mengira bahwa dirimu sudah bias membahagiakan ibumu dengan cara seperti ini le. Itu kebanggaan ibumu ini hanya bias terwujud bila kau bias menjaga dan mendampingi ibumu ini dalam keadaan apapun disini. Keadaan dimana perutku sudah bias kenyang oleh sesuap nasi bekas hidanganmu.
Juleha    : kau boleh bangga sekarang mas. Bahwa kau sudah bias membuktikan kepada semua orang termasuk bapakku, bahwa kau sekarang sudah menjadi orang yang mampu melakukan apapun dengan gelimangan harta yang kau dapat sekarang ini. Tapi kau belum membuktikan kesetiaan cinta suci kita ini bila kau masih belum bias menemuiku mas.
Ibu         : ini semua memang sudah menjadi jalan ketika kau harus menyatukan pilihan hatimu kepada wanita yang tidak tepat. Andai saja kau bias terhindar dari rayu kodrat batiniahmu kepada wanita itu. Pasti sekarang kau tidak akan terpisah dariku dengan jarak waktu yang begitu lama.
Juleha    : ini bukan sekedar salahku mas. Ini memang sudah kehendak hidup yang harus kita jalani untuk menuju tangga cinta yang terindah. Andai saja kodrat dan keberuntungan kita tidak berbeda jauh. Aku juga terlahir sebagai anak yang dianggap kalangan bawah sepertimu, atau kau yang terlahir ditempat yang disebut golongan terhormat sepertiku. Pasti kita akan selalu bersama mas.
Ibu         : selama ini aku masih sanggup tersenyum kepada semua orang untuk menunjukkan rasa hormat terbarumu sebagai seorang hartawan yang telah mengirimkan begitu banyak kekayaan untuk kunikmati disini. Aku juga masih berusaha untuk mengamalkan kewajiban sedekahmu untuk menjaga barokah atas hartamu yang halal ini agar dirhidhoi olehnya. Tapi jika hal ini berjalan terus seperti ini. Ibumu yang renta ini tak tau lagi harus berbuat apa le.
Juleha    : orang boleh menganggap aku hina, murahan, tak bermoral. saat aku meminta berpisah dengan lelaki yang terpaksa harus bersanding denganku, dan tercatat sebagai ayah dari anak yang seharusnya kau timang ini. Hatiku boleh serasa tercabik-cabik saat setiap waktu harus menunggu kabar yang kau sendiri tak pernah sudi memberikannya padaku mas. Tapi aku selama ini masih ikhlas untuk melakukannya. Karena aku masih menunggu kasih saying darimu lagi mas. Dan aku tak tau sampai kapan akan kuhadapi.
Ibu         : datanglah le. Obati rindu ibumu ini.
Juleha    : bawalah cintamu untukku lagi mas………

Adegan  11:

Jupri       : bu…. Aku rindu pangkuanmu bu…..
              Juleha…. Aku rindu pelukanmu jul…..
              Aku disini tak seperti apa yang terkabarkan disana.
              Aku bukanlah pahlawan yang bisa kuat menahan semua ini.
              Aku bagaikan perasingan yang terhukum oleh jeruji naluri dan kenafikan.
              Aku hanyalah orang yang ingin membeli senyum dari ungkapan hasrat yang menggebu.
              Tetaplah sayangi aku ibu…..
              Tetaplah jaga kesetiaan cintaku juleha…….

Adegan  12:

Menampilkan sebuah berita yang mengulas tantang beberapa kejadian buruk yang menimpa TKI Indonesia diluar negeri. Termasuk berita si Jupri yang meninggal diluar negeri. Tapi belum ditemukan kasus kematiannya.

Adegan  13:

( Ratapan terhadap kepergian jupri )

Ibu         : sekian lama penantian tiada guna ini. Kesakitan hatiku tak mungkin bisa terobati. Garis tuhan yang seperti apa lagi yang harus kujalani sekarang. Siapa yang akan menyentuh hatiku dengan kebahagiaan lagi. Masih adakah jalan terang yang akan kulewati sekarang.
Juleha    : aku tak tau lagi jalan mana yang telah ditunjukkan untuk kulewati. Aku memang tidak menyerah. Tapi aku sekarang pasrah dengan jalan yang sudah harus kuhadapi. Aku hanya ingin segera menyatukan cinta suci yang seharusnya bisa menjadi jalan kebahagiaanku. Dimana ku temukan bahwa dunia tidak sudi lagi merestui hubungan batin dan naluriku dengan lelaki pemegang mahkota di istana cinta dari dasar lubuk hatiku.
Ibu         : terimalah restu mulia yang terpaksa kuberikan untuk kau menempuh jalan terakhirmu menapaki kehendak tuhan nak. Terima kasihku hanya bisa kulantunkan dengan doa dan puji-pujian kepada tuhan sebagai pengantar rahmat dan barokah dari –NYA untukmu.
Juleha    : sambutlah aku dipersandingan dalam dunia gelap tanpa raga wahai kekasihku. Aku hanya bisa mewujudkan permintaanku atas rhidho dan barokah-MU. Melalui rasa syukur dan segala puji atas berakhirnya siksa batin terdalam didunia ini. Maafkan aku bila SUJUD terakhirku hanya ku wakilkan kepada seutas tali yang kuharap akan menuntunku kepada pertemuan bahagia di dunia baruku kelak.



--TAMAT--

karya : moh. sihabbudin

Nb:
-          Cerita dan nama-nama yang ada dalam naskah ini hanya fiktif belaka. Bila ada kesamaan karakter dan tokoh itu hanya kebetulan yang tidak disengaja.


Free Template Blogger Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Digg it StumbleUpon del.icio.us

0 komentar:

Posting Komentar